Home » Wisata » Bono Sungai Kampar, 7 Hantu dari Teluk Meranti
Bono Sungai Kampar

Plang ucapan Selamat Datang di Teluk Meranti

Bono Sungai Kampar menjadi perbincangan hangat saat ini. Keberadaan fenomena ombak bono di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan ini sudah tersebar sampai ke manca negara. Namun, barangkali masih banyak masyarakat Riau yang belum mengetahui tentang keberadaan bono sungai Kampar ini.

Menurut informasi yang dirilis dari pariwisata kabupaten Pelalawan, puncak Bono Sungai Kampar yang juga dikenal sebagai Bono Tujuh Hantu (Bono Seven Ghosts) ini akan terjadi pada tanggal 26 Nopember 2011. Karena itulah, Jumat, tanggal 24 Nopember 2011 lalu, tim Blogger Bertuah Pekanbaru dan Riau Magazine mencoba untuk menyaksikan langsung ombak Bono Sungai Kampar ini dengan mata kepala sendiri, agar dapat berbagi dan turut mempromosikan keberadaannya.

Perjalanan di mulai dari Pekanbaru. Pukul 10.00 WIB tim berangkat menuju kota Pangkalan Kerinci, Ibukota kabupaten Pelalawan. Kota kecil yang berjarak sekitar 74 km ini kami tempuh selama lebih kurang 1 setengah jam perjalanan dengan menggunakan travel. Travel ini sejenis angkutan umum yang menggunakan mobil L 300. Mereka banyak ditemui di Jl Imam Munandar (Harapan Raya) Pekanbaru.

Perjalanan tentu saja belum berakhir. Sampai di Pangkalan Kerinci jam 11.30 WIB, kami masih harus melanjutkan perjalanan dengan mobil carteran lainnya untuk sampai ke Teluk Meranti, tempat menginap terdekat yang bisa dicapai untuk melihat bono sungai Kampar. Untuk menemukan travel atau mobil carteran ke Teluk Meranti, kita harus turun di Hotel Meranti, Pangkalan Kerinci. Semua mobil yang menuju ke Teluk Meranti atau daerah sekitarnya menunggu penumpang di sini. Tidak sulit untuk menemukannya, namun karena hari Jumat, kami mesti menunggu selesai Salat dulu untuk bisa melanjutkan perjalanan. Karena itu kami memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil makan siang di rumah makan yang ada di samping hotel.

Di rumah makan ini, kami juga mendapat cerita-cerita tentang bono ini dari pemilik rumah makan. Salah satu cerita yang cukup membuat kami serius menyimak adalah ketika si Ibu menceritakan tentang keberadaan sebuah perkampungan makhluk halus atau biasa disebut masyarakat setempat sebagai perkampungan kaum bunian, yang berada di sebuah daerah yang tak jauh dari Teluk Meranti. Khusus mengenai kisah ini, akan saya tuangkan dalam tulisan terpisah.

Asyik mendengarkan cerita dari si Ibu, tak terasa jam telah menunjukkan pukul 13.00 WIB. Kami kembali ke Hotel Meranti tempat mobil yang akan membawa kami melanjutkan perjalanan ke Teluk Meranti. Sampai di hotel, ternyata sang supir yang kami temui sebelum salat Jumat tadi telah bersiap untuk membawa kami. Oya, kalau anda ingin menggunakan jasa mobil sewa ke Teluk Meranti ini, mereka paling lama berangkat dari Pangkalan Kerinci pukul 14.00 WIB. Jadi, sebelum itu anda harus telah sampai di sini, atau harus menunggu besok siang untuk melanjutkan perjalanan.

Jarak Pangkalan Kerinci ke Teluk Meranti sekitar 140 km. Dengan menggunakan mobil sewa ini, perjalanan ditempuh sekitar 4 jam. Pertama-tama mobil yang kami tumpangi bergerak menyusuri jalan lintas timur menuju Simpang Bunut sekitar 30 km dari Pangkalan Kerinci. Dari Simpang Bunut ini, mobil berbelok ke kiri menusuri jalan berkelok yang menanjak dan menurun. Kalau tidak terbiasa berjalan menggunakan mobil, cukup membuat kita pusing.

Jalan tanah dan berliku menuju Teluk Meranti

Papan penunjuk jalan menuju Teluk Meranti

Hanya sekitar 30 km jalan aspal yang dapat kita nikmati dari Simpang Bunut ke dalam. Sisanya sekitas 80 km kita akan menyusuri ruas jalan tanah. Goncangan yang sangat terasa membuat saya dan teman-teman tidak bisa tidur selama perjalanan. Selama perjalanan, kita akan disuguhi pemandangan berupa perkebunan mulai dari milik masyarakat, sampai milik perkebunan besar yang ada di daerah tersebut. Berbagai macam tumbuhan ditanam di sini, ada Meranti, akasia, sampai Kelapa Sawit. Sebelum sampai ke Teluk Meranti kita juga akan melewati berbagai desa.

Pukul 17.30 WIB kami sampai di pusat Teluk Meranti. Maksudnya pusat Teluk Meranti karena di tempat kami turun ini terdapat perkantoran aparat desa serta pasar. Posisi kami turun ini juga pas di pinggir Sungai Kampar. Namun, anda jangan membayangkan sungai selebar sungai Siak di Pekanbaru. Sungai Kampar yang mengalir di sisi Teluk Meranti ini sangat lebar, bahkan cukup lebar hingga masyarakat juga menyebutnya sebagai laut dengan pantai di pinggirnya.
Kelurahan Teluk Meranti, demikian nama daerah tempat kami turun ini. Dan di sini pula kami akan menginap.

Suasana Teluk Meranti pasca bono

Teluk Meranti adalah sebuah perkampungan kecil dengan rumah-rumah papan yang sebagian besar berjejer di sisi sungai. Beberapa ruas jalan dan tanah di sekitar kami tampak basah dan tergenang air seperti baru saja diguyur hujan. Namun tak disangka bahwa itu adalah akibat air pasang yang dibawa oleh bono Sungai Kampar. Ya, siang harinya, bono sungai kampar telah terjadi dan menyebabkan banjir di kampung Teluk Meranti. Ombak bono memang tidak secara langsung bisa dilihat di kampung ini. Namun, dampak dari ombak tersebut adalah air pasang seperti air bah yang masuk ke perkampungan.

Perjalanan yang melelahkan ke kampung ini tidak serta merta membuat kami dapat beristirahat. Kami harus bertanya sana sini untuk mendapatkan penginapan. Permasalahannya karena bono sedang pada puncaknya sehingga banyak pendatang yang berkunjung ke kampung ini. Ada rombongan pekerja pariwisata, rombongan pemerintahan kabupaten Pelalawan, dan para peselancar (surfer) dari luar negeri yang ingin menjajal bono Sungai Kampar.

Untunglah kami mendapat satu kamar yang sudah dipesan oleh Dinas Pariwisata, namun belum ditempati karena orangnya belum datang. Ahh.. akhirnya kami bisa sedikit meluruskan badan dan meletakkan perbekalan kami untuk beristirahat. Bono Sungai Kampar hari ini telah lewat, kami mesti menunggu bono esok hari…

Pak Abu Soma bercerita tentang Bono

Malam ini kami duduk santai sambil ngopi dulu, dan mendengarkan cerita-cerita seputar bono sungai kampar dari Pak Abu Soma, seorang penduduk Teluk Meranti. (bersambung)

7 Responses to “Bono Sungai Kampar, 7 Hantu dari Teluk Meranti”

  1. bisa-bisanya potoku mejeng disini

    Reply
  2. wah,, pengen lihat gimana ombaknya disana..
    kalo lihat diyoutube airnya kayak sungai siak ya bg??

    Reply
  3. Pengen kesana tapi belum sempat sampe sekarang :) Semoga pemerintah propinsi Riau mengembangkan potensi wisata bono, dan bukan negara lain yang mengklaim mereka lebih dulu menemukan bono :) -> http://www.youtube.com/watch?v=fJ3Fe6zV-U4

    Reply

Tinggalkan Komentar