Ray lelaki yang berusia 21 tahun ini serorang Pria yang cukup tampan dan berasal dari keluarga yang terpandang. Ray memiliki sahabat yang bernama Radit, latar belakang Radit memang berbeda dengan Ray, Radit berasal dari keluarga yang biasa saja dan berpenampilan rock n roll.
Namun perbedaan itu tidak membuat mereka jauh dan malah membuat mereka dekat layak sebagai sodara. Bahkan hidup dijalanan pun pernah Ray rasakan bersama Radit, seru-seruan yang selalu dilakukan oleh mereka.
Ray memiliki pacar yang cantik bernama Ega, Ega gadis anggun yang cukup periang ini sangat mencintai pacarnya Ray. Tetapi Ray malah rada cuek kepada Ega dan tidak mempercayai kalau Ega benar-benar tulus menyayanginya. Ray hanya berfikir cewek zaman sekarang Cuma butuh duit.
Sampai akhirnya ray mengenalkan Ega kepada Radit, hubungan mereka masih lancar, bahkan Ega sering Curhat tentang Ray ke Radit. Radit yang mempunyai fikiran bahwa Ray beruntung sekali memliki wanita seperti Ega cantik dan malah tulus mencintai Ray. Mungkin juga cinta karena terbiasa, Ega yang selalu terbuka kepada radit, apalagi masalah hubungannya dengan Ray.
Entah apa yang dirasakan Radit dia mempunyai rasa kepada ega. Ega tidak menyadari bahwa Radit mulai menyukainya, karena Ray yang cukup cuek, hari-hari Ega kebanyakan bersama radit dari pada Ray. Saat itu Radit datang kerumah Ray dan dia melihat Ega yang juga sedang menunggu ray, mereka saling ngobrol dan setelah lama kemudian Ray melihat mereka berdua.
Cuplikan kisah di atas diambil dari Film Realita, yang diproduksi oleh putra asli Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau. Film yang bertemakan remaja ini mengambil lokasi syuting semuanya di Duri.
Mandala, sutradara di balik film Realita ini adalah mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan Film dan Televisi tahun 2010. Ide awal pembuatan film ini adalah Ia ingin membuktikan bahwa di kota kecil seperti Duri, sebuah film bagus bisa di produksi.
“Awalnya saya mendapat cemoohan dari orang-orang karena membuat Film di Duri, namun saya tetap bersikukuh kalau saya bisa membuat film di kota kelahiran saya,” curhatnya kepada Riau Magazine saat berbincang via BBM.
Namun sekarang Mandala bisa sedikit bangga karena orang-orang yang tadinya mencemooh, sekarang justru memuji hasil karyanya.
Selain disutradarai oleh putra Mandau, para pemain dan kru yang terlibat dalam produksi ini semuanya adalah para remaja yang tinggal di Duri. Weldy Febrian, Radita Ilham, Yola Oktria, Mandala yang merupakan alumni SMA Mutiara Dumai ini memang memiliki keinginan yang tinggi untuk menjadi seorang Film Maker.
Film Realita yang berdurasi sekitar 20 menit ini diproduksi dengan menggunakan camera digital SLR. Menurut rencana setelah selesai pasca produksi, film Realita ini akan diputar pertama kali di Duri pada bulan Februari mendatang.
“Rencananya film ini akan diputar di Duri, kemudian akan saya ikutkan dalam berbagai festival film independen,” lanjut pria yang memiliki nama lengkap Zulfie Mandala ini.
Mandala memang bukan orang pertama yang menjadi mahasiswa di jurusan FTV IKJ. Sebelumnya beberapa orang telah lulus dan berkarya di Pekanbaru, walaupun tidak memproduksi film cerita. Paling tidak, dengan semangat yang ditunjukkannya, akan lahir seorang sutradara film besar dari Riau yang akan menghasilkan film berkualitas, Semoga.
Berikut ini trailer video film Realita.




video dan film termasuk salah satu sarana penyampaian ide, informasi dan dokumentasi yang sangat ampuh belakangan ini. Hingga saat ini, video dan film masih diyakini sebagai media yang mampu memberikan dampak dramatis yang signifikan dalam penyampaian sebuah cerita. Dengan berkembangnya video dan film hingga keseluruh daerah Indonesia, diharapkan bukan hanya mampu mengeksplorasi gaya perfilm-an secara teknis, dan mengangkat cerita-cerita yang komersil saja, namun lebih dalam dan penting, menciptakan karya yang mampu memotivasi dan mengangkata khazanah serta potensi masing-masing tempat diseluruh Indonesia.